MAN Selat Tengah Terapkan Hapalan Pada Siswanya

Kuala Kapuas (Inmas) Hapalan merupakan tugas yang biasa diberikan oleh para guru di MAN Selat Tengah kepada para siswanya, terutama untuk pelajaran bidang Agama. Tugas hapalan ini kadang-kadang dirasakan beban oleh sebagian para siswa, tetapi ada juga siswa yang dengan senang hati melakukan tugas ini, karena sudah menjadi keharusan, siswa tetap harus bisa untuk menyelesaikan hapalan.
Sebagai sekolah yang berlandaskan pengetahuan agama, disamping pengetahuan umum, MAN Selat Tengah menerapkan tugas hapalan ini kepada siswa mulai dari kelas X, XI, dan XII.
Wakamad Kurikulum, Salam mengatakan Ia bersama guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dengan persetujuan Kepala madrasah, merumuskan jumlah hapalan untuk siswa.
"Jadi tugas hapalan itu sebelum diberikan kepada siswa, terlebih dahulu dipertimbangkan dengan masak, " terang Salam.
"Hapalan merupakan tuntutan yang harus dijalani oleh siswa bukan beban karena banyaknya hapalan sudah diatur menurut tingkatan kelasnya masing-masing. Jadi kalau siswa melaksanakan dengan baik dengan mengatur waktu yang sudah ditentukan itu tidak akan menjadi beban, " lanjutnya lagi.
"Intinya dalam melakukan sesuatu apabila dilakukan dengan ikhlas akan terselesaikan dengan baik dan ilmunya akan berkah," tandasnya.
Sungguh sangat ironis dan memalukan seandainya lulusan dari MAN Selat Tengah tidak memiliki pengetahuan agama. Seperti kata pepatah 'hidup tanpa agama, diri akan celaka.'
Erlina siswi kelas XII IPA 1 menuturkan, bahwa hapalan yang diberikan kepada mereka sangatlah penting dan bermanfaat.
"Sebagai seorang siswa Madrasah kami sangat senang bisa mendapat pendidikan agama yang lebih dibanding sekolah umum, dengan menghapal ini kami benar-benar dibekali pengetahuan agama, kami bisa membaca surah-surah dalam Al-Quran dan hadits-hadits, bisa berbagai macam doa seperti doa selamat, do'a arwah, do'a haul, tata cara mandi wajib beserta doanya, bacaan sholat wajib, sunat, dan sholat jenazah dan banyak lagi yang lainnya, yang pastinya dapat kami amalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri kami, keluarga dan masyarakat," ujar Erlina.
Ditemui tim Humas, Maulidah guru mata pelajaran Al-Quran Hadits menerangkan, dengan adanya hapalan ayat-ayat Al-Quran, siswa lebih sering membaca Al-Quran dan mengulang-ulang membacanya.
"Dengan hapalan ini mereka akan lebih dekat dan mencintai Al-Quran, sehingga Al-Quran akan menjadi dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga kedepannya Al-Quran menjadi pedoman hidup, dan selalu menjadi petunjuk dalam setiap langkah mereka," ucapnya.
Berkaitan dengan ulangan akhir semester, Maulidah juga menegaskan, "Dengan hapalan ayat-ayat Al-Quran diharapkan siswa dapat menjawab soal-soal dalam ulangan akhir semester dengan mudah, karena soal-soal terutama bidang studi Al-Quran Hadits lebih mengarah pada ayat-ayat Al-Quran." (Hj. Noor Jennah/Siti Maslukhah)
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Tes berita
- Perkuat Tata Kelola Keuangan, Kepala MAN Kapuas Mengikuti Sosialisasi Dana BOS
- Meriah! Gebyar Ekskul MAN Kapuas 2025 Tumbuhkan Generasi Kreatif dan Berakhlakul Karimah
- Berliterasi dengan Ceria, MAN Kapuas dan SMKN 1 Kapuas Semarakkan CFD Lewat Pameran Soliteria
- Siswa MAN Kapuas Antusias Ikuti Sosialisasi CBP oleh Bank Indonesia
Kembali ke Atas
