• 2
  • 20

Selamat Datang di Website MADRASAH ALIYAH NEGERI KAPUAS | Akreditasi A | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI KAPUAS

NPSN : 30208947

Jl.Keruing No.48 Telp.0513-22325 Kuala Kapuas 73514


mankapuas1@gmail.com

TLP : 0513-22325


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 2987835
Pengunjung : 312590
Hari ini : 34
Hits hari ini : 629
Member Online : 2
IP : 216.73.217.64
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Warga MAN Kapuas Lestarikan Tradisi Memasak Bubur Asyura 03 Okt 2017




Kuala Kapuas (Inmas) Warga MAN Kapuas pada Sabtu (30/9) silam bergotong-royong memasak bubur Asyura. Kegiatan itu sengaja dilakukan guna melestarikan tradisi umat Islam di daerah setempat yang dilakukan setiap 10 Muharram.


Dalam membuat bubur Asyura, seluruh dewan guru, staf tata usaha, dan siswa-siswi bersama-sama memasaknya. Setelah masak, bubur dibagikan kepada seluruh warga MAN Kapuas.


Kepala MAN Kapuas Sriyadi mengatakan, tradisi memperingati hari Asyura merujuk pada sejarah Islam. Banyak peristiwa yang terjadi pada 10 Muharram, di antaranya hari penciptaan alam semesta, hari saat Nabi Nuh diselamatkan dari banjir bandang, serta hari saat Nabi Musa melintasi laut Merah terbelah ketika dikejar oleh tentara Fir’aun.


Ditambahkannya, hari Asyura juga bertepatan saat Nabi Ibrahim selamat dari pembakaran Raja Namrud, hari saat Nabi Yunus keluar dari perut ikan, dan peristiwa penting lannya terjadi saat hari Asyura.


"Semoga kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan memasak bubur Asyura ini bisa terjalin terus, sehingga bisa memajukan MAN Kapuas," harap Sriyadi.


Sementara itu salah satu guru madrasah setempat yang memimpin prosesi memasak bubur Asyura Endang Yuliyati menjelaskan,  memasak bubur Asyura sama seperti memasak bubur biasanya. Hanya, bahan yang dicampur dalam membuat bubur Asyura, biasanya dilengkapi 41 jenis bahan dan rempah-rempah seperti sayur dan kacang-kacangan ditambah daging dan telur.


"Kegiatan ini tidak hanya dijadikan sebagai tradisi umat Islam semata, melainkan makna dari kegiatan itu sendiri yaitu agar rasa kebersamaan antara siswa, dewan guru, dan warga MAN Kapuas yang lainnya tetap terjaga," katanya. (Siti Maslukhah)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas