• 2
  • 20

Selamat Datang di Website MADRASAH ALIYAH NEGERI KAPUAS | Akreditasi A | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI KAPUAS

NPSN : 30208947

Jl.Keruing No.48 Telp.0513-22325 Kuala Kapuas 73514


mankapuas1@gmail.com

TLP : 0513-22325


          

Banner

Jajak Pendapat

No Poles setup.

Statistik


Total Hits : 2988145
Pengunjung : 312612
Hari ini : 56
Hits hari ini : 939
Member Online : 2
IP : 216.73.217.64
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Ahmad Mulyadi, Memasak Bubur Asyura Mendidik Siswa Arti Toleransi dan Kebersamaan




Kuala Kapuas (Humas) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas baru-baru ini laksanakan memasak bubur asyura dalam rangka memperingati peristiwa penting dalam kalender tahun baru Islam bulan Muharram, selurh siswa dan guru berkumpul untuk memasak menimbulkan suasan hanagt dan penuh kebersamaan.

Acara tahunan yang diadakan MAN Kapuas ini bertujuan untuk mengenalkan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan di kalangan siswa dan guru, serta mempererat hubungan antara semua pihak dalam lingkungan sekolah.

Kepala Sekolah MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi, mengatakan pentingnya acara ini dalam mendidik siswa tentang toleransi dan saling menghargai perbedaan, kebersamaan dalam lingkup keluarga MAN Kapuas.

"Dalam era globalisasi seperti sekarang, nilai-nilai keagamaan dan kebhinekaan harus senantiasa ditanamkan dalam budi pekerti siswa. Dengan memasak bubur asyura bersama-sama, kita ingin menggambarkan betapa beragamnya cita-cita dan harapan yang ada di masyarakat kita. Pesan kesatuan, persaudaraan, dan cinta sesama akan menjadi landasan kuat bagi mereka di masa depan," kata Mulyadi

Memasak Bubur Asyura, lanjut Ahmad Mulyadi mengatakan juga dikenal sebagai Bubur Muharram, merupakan hidangan khas yang dipersiapkan pada tanggal 10 Muharram, di mana hari tersebut memiliki makna penting dalam Islam dan beragam kebudayaan di Indonesia. Tradisi memasak bubur asyura telah menjadi bagian dari upacara religius yang menggambarkan toleransi, keberagaman, dan persaudaraan di kalangan umat Muslim.

“Suasana kebersamaan menjadi satu padu siswa dan guru dalam menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan, bekerja sama dalam meracik dan memasak bahan-bahan tersebut sehingga jadilah bubur Asyura kemudian selanjutnya dibagikan ke seluruh warga MAN Kapuas, semoga tradisi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah.” Tambah Mulyadi menjelaskan

Salah satu siswi, Lintang Tiara Salsabila, menyampaikan kesannya tentang acara tersebut, "Saya merasa senang bisa berpartisipasi dalam memasak bubur asyura bersama teman-teman dan guru. Ini mengingatkan saya pada pentingnya saling tolong-menolong dan bekerja sama. Kami juga belajar tentang sejarah bubur asyura dan bagaimana maknanya yang mendalam." Pungkasnya (Rina)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas