Refleksi Hari Guru

Refleksi Hari Guru
Hari guru mungkin telah berlalu dengan puncak pada Jumat lalu, namun suasana haru itu masih terasa pagi senin ini di Sekolah tercinta MAN Selat.
Budaya menghormati dan menghargai guru sebenarnya tak perlu menunggu momen hari guru, adalah sebuah kewajiban melakukannya setiap hari, setiap detik sebagai seorang muslim yang baik.
Lalu kenapa mesti ada hari guru? Perlukah?
Hari guru bukan bermaksud supaya kita hanya menghormati guru pada hari itu saja, namun itu adalah sebuah langkah tematik untuk merefleksi atau mungkin sedikit "menampar" diri kita selama satu tahun terakhir tentang sikap kita terhadap para guru.
Guru yang dipaksa bekerja di bawah sistem malpraktek pendidikan. Terkadang saat istirahat, para siswa datang untuk berurusan dengan guru, bekal yang ingin di suap pun mereka simpan kembali.
Hari guru ada, untuk menghargai keberadaan mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, yang telah menarik keluar ribuan anak bangsa dari kegelapan
Menghadirkan kembali harapan dalam sanubari perjuangan mereka, bahwa mereka dihargai.
Sekali lagi hari guru ada untuk merefleksi kita tentang sosok guru selama ini, untuk saling memperbaiki diri bahwa kita butuh seorang guru. Butuh seorang untuk menarik kita kembali ke jalan Tuhan yang telah lama kita tinggalkan. Bukan hanya sekedar dirayakan dan keesokan harinya kita lupakan.
Terkadang memang ada oknum yang melakukan kesalahan, tapi haruskah mata kita dibutakan oleh segilitir oknum untuk menghancurkan keabsahan seorang guru sebagai manusia berjasa.
Mari kita dukung guru, sebagai jalan membangkitkan bangsa ini
Mari kita dukung guru, sebagai hikmah menyusun persatuan negeri ini
Jika terbersit kebencian karena sebuah sikap guru, doalah yang paling mujarab untuk menyembuhkannya. Berdoalah semoga Allah hilangkan sifat sikap yang kita benci dari seorang guru, bukan lantas melecehkan pengabdian mereka.
Karena bagaimanapun merekalah, yang membantu orang tua kita menjadikan kita abdi bangsa yang baik, generasi penerus yang gemilang, janji masa depan yang harus dipertahankan, jiwa raga yang tegak, demi terwujudnya Indonesia dan dunia yang lebih baik
Mari hargai guru dengen merefleksi hari guru ini, karena merekalah yang akan menyelamatkan masa depan setiap penerus bangsa ini
Para siswa dan murid mungkin hanya beberapa persen dari populasi kita, tapi yakinlah bahwa mereka adalah 100% dari masa depan kita.
Maka 100% masa depan itu harus kita bangun dengan guru yang ada untuk menggenggam tangan mereka menuju cahaya, menggapai lentera, demi masa depan bangsa.
"Wahai Guru
Tarik tangan kami
Tarik kami kembali ke jalan Tuhan yang lama kami tinggalkan
Tarik tangan kami dari kegelapan
Tarik tangan kami dari narkoba, pergaulan bebas, dan kebobrokan sosial ini
Tarik tangan kami dan jadilah lentera kami, terangi jalan kami
Tarik tangan kami dan bawalah kami pulang ke pangkuan ibu pertiwi"
Karena tiada kata "mantan guru" bagi kami
Oleh : M. Najibuddin Anshary
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Adab kepada Guru di Madrasah Aliyah: Lebih dari Sekadar Hormat, Ini Kunci Berkah Ilmu
- Maklumat pelayanan
- logo ZI MAN Kapuas
- Logo MAN Kapuas
- JADILAH PEMUDA PEMBANGKIT UMAT!
Kembali ke Atas
